Senin, 23 Mei 2011

5 langkah meningkatkan pelayanan pelanggan

Perlu mengubah layanan pelanggan Anda menjadi lebih cepat? Berikut 5 Langkah Sederhana yang membantu Anda membuat perubahan dengan cepat.
1. Ajarkan mereka untuk TERSENYUM. Saya tahu ini sangat sederhana, bukankah demikian? Mengapa saya harus menekankan pada hal tersebut? Ini karena saya telah berkelana di berbagai negara dan secara konsisten menerima layanan yang baik dimanapun. Dan saya bisa katakan jika saya tidak menerima senyuman, berarti saya menerima layanan yang dibawah rata-rata.
Di dunia yang segala sesuatunya lebih cepat, tidak ramah, dan keras, perlu membuat perbedaan yang BESAR.
Mungkin ini terdengar terlalu ilmiah, tentang senyuman. Cobalah untuk TIDAK tersenyum dengan pelanggan Anda selama beberapa hari dan lihatlah apa yang terjadi. Pahami ini sebagai bagian besar dari Persepsi. Saat orang tersenyum pada kita, kita menilainya sebagai hal yang meyenangkan.
Baru-baru ini saya makan di restoran yang biasa-biasa saja, rata-rata. Tidak buruk, tidak juga hebat, tapi bagus. Namun, jika Anda menanyakan persepsi saya terhadap restoran tersebut, saya katakan Luar Biasa! Ditinjau dari interaksi dan senyuman yang diberikan pelayan. Dia benar-benar luar biasa! Senyuman akan membuat makanan terasa lebih lezat dan layanan yang lebih manis.
2. Sebutkan Nama mereka. Ini akan terdengar indah di telinga kita. Nama kita. Dan ketika seseorang meluangkan waktu untuk mempelajari kita, kita merasa benar-benar dihargai  dan kita akan merespon dengan baik. Bahkan dalam lingkup Layanan Pelanggan yang dituntut cepat seperti makanan cepat saji, atau dry clean, kita akan selalu kembali ke tempat yang ingat nama kita.
Ini adalah yang sederhana untuk dilakukan. Perkenalkan diri Anda, dan tanyakan nama mereka. Seperti, "Hai, nama saya  Leonard, senang bertemu dengan Anda. Boleh tahu nama Anda...?" Hal yang sulit bukan? Berikut triknya. Mengingat dengan fokus pada nama dan warna mata atau ciri pakaiannya.
Jika Anda menjalankan bisnis restoran, kenalkan diri Anda, tanyakan nama mereka dan ketika mengantarkan pesanannya, menata di depan mereka dan katakan "Mary, Anda akan menikmati hidangan ini." Dan lihatlah perubahan yang terjadi.
3. Gunakan Sopan Santun. Gunakan kata-kata yang Anda pelajari saat masih kecil. Seperti "Tolong", "Terima kasih", "Bisa saya bantu", "Bagaimana kabar Anda", "Ada yang bisa saya bantu hari ini", "Bagaimana servis yang Anda  dapatkan kemarin".
Sopan santun juga ditunjukkan dalam tindakan, bukan hanya kata-kata. Saya pernah bekerja di sebuah dealer yang menekankan hal-hal seperti mengantarkan Pelanggan ke item yang ditanyakan, membersihkan toilet dengan tisu kertas setelah menggunakannya dan menunjukkan wajah yang menyenangkan di hadapan Pelanggan yang menunjukkan komitmen mereka pada Layanan Pelanggan.
4. Meminta feedback dari Pelanggan. Tanyakan dengan cara yang tepat. Alih-alih bertanya "Bagaimana servis kami hari ini?" di mana Anda akan menerima jawaban "Oh, baik", tanyakan "Pada skala 1 sampai 10 bagaimana Anda menilai kami dalam memberikan layanan hari ini?" (ini adalah pertanyaan "Spesifik" yang akan memberikan Anda hasil). Mungkin Anda akan mendapatkan jawaban yang lebih menarik, terlebih jika Anda menanyakan pertanyaan tindak lanjut "Secara spesifik, bagaimana saya bisa membuat nilai 10 untuk Anda?" jika jawabannya bukan 10.
5. Undang pelanggan Anda untuk kembali. Semua ada di presentasi. "Senang bertemu dengan Anda hari ini, dan saya berharap bisa bertemu kembali dengan Anda.  Jika ada hal-hal yang bisa kita lakukan dengan lebih baik, hubungi saya di 111-111-1111 dan tanyakan pada saya secara personal." Jika ini terlalu berbelit-belit, katakan "Nama saya _____. Silahkan hubungi saya jika Anda kembali." Anda juga bisa bilang "Hal yang menyenangkan untuk melayani Anda. Silahkan kembali lagi dan Anda bisa menemui saya, ________."
Saya pernah membaca bahwa pertanyaan paling kompleks yang kita hadapi di lingkungan sekitar seringkali dipecahkan dengan solusi yang paling sederhana.
Layanan Pelanggan bukanlah hal yang kompleks. Ini adalah bisnis yang sederhana. Kita lah yang menjadikannya kompleks.

Sumber: www.suaramedia.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar